Perawatan CVT Honda Vario

Bedanya skutik (skuter matik) dibanding motor biasa, perawatan skutik enggak bisa cuma mesin doang. Secara berkala komponen transmisi otomatisnya atau CVT juga perlu perawatan. Kalau sampai ada masalah bisa berabe tuh. Udah larinya lelet, suaranya pun berisik.

“Kalau rumah CVT atau komponen CVT kemasukan kotoran dan kena minyak, akan mengganggu kerja CVT. Akibatnya timbul bunyi berisik dari ruang CVT,” ulas Adi Sutisna yang buka gerai khusus skutik RC Speed di Jl. Rempoa Raya No. 7 Ciputat Jakarta Selatan.

Di dalam CVT terbagi 2 bagian yang dihubungkan oleh drive belt (belt penggerak). Bagian depan terdiri dari drive pully face (pully penggerak depan), movable drive face, weight rollers (roller) dan ramp plate. Bagian belakang terdiri dari centrifugal clutch (kopling sentrifugal), movable driven face dan driven face. Puli depan biasa disebut puli primer dan belakangnya dinamakan puli sekunder.

Komponen-komponen tersebut harus diperhatikan kebersihannya. Perlu diperiksa rutin maksimal 6 bulan sekali (tiap 4000 Km). “Harus bersih dari kotoran maupun minyak. Kalau ada kotoran yang menempel pada belt maupun komponen lain akan mengganggu kinerja CVT, akibatnya timbul bunyi krotok..krotok.. didalam CVT,” ulas Syafrudin, kepala bengkel Clara Motor II di Jl. Arteri Kelapa Dua No 5, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

Bongkar CVT
Untuk perawatan dan pengecekan tidak terlalu susah. Mari kita praktikkan pada Honda Vario. Buka cover CVT pakai kunci T 8 (Gbr. 1), lepas baut selang udara pakai obeng plus. Setelah cover CVT dilepas, buka mur crankshaft pakai kunci sok 22 dan buka mur drive shaft pakai kunci sok 19. Tapi sebelumnnya drive pully dan driven pully ditahan pakai traker penahan pully. Lepas semua komponen baik depan maupun belakang.

Pemeriksaan Khusus
Periksa kondisi masing-masing peranti pakai sikmat. Cek lebar drive belt. Minimal 18 mm (standar 19 mm) kalau kurang harus diganti. Periksa kondisi drive belt apakah retak atau tidak, dengan cara dibalik yang kemudian ditekuk. Kalau ada keretakan wajib diganti (Gbr.2).

Periksa tapak dalam flywheel (tromol kopling), bersihkan permukaan dalam pakai ampelas halus. Kalau sudah kemakannya dalam juga harus diganti (Gbr.3). “Kalau sudah aus/kemakan, kerja kampas sentrifugal jadi lambat sehingga transfer tenaga juga ikut lelet, akibatnya skutik bisa tambah boros BBM,” tambah Adi.

Cek kondisi roller, kalau ada yang rusak atau peyang (tidak rata) harus diganti keenamnya meskipun hanya 1 yang rusak (Gbr.4). “Kalau cuma diganti yang rusak saja percuma, karena keausan yang lain juga berbeda sehingga kerja antara yang satu dengan yang lain tidak rata,” tambah pria ramah ini.

Ketebalan roller tidak boleh kurang dari 17,5 mm (standar 17,92 – 18,08 mm). Kalau kurang dari standar juga wajib diganti.

Jangan lupa cek ketebalan kampas sentrifugal (Gbr.5). Ketebalan minimum 2 mm, kalau aus/tipis segera diganti. “Kerjanya menekan flywheel sehingga transfer tenaga dari penggerak diteruskan ke roda. Kalau kampas sentrifugal aus/tipis maka transfer tenaga jadi lambat dan besutan jalannya lelet,” tutup pria yang suka bercanda ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: